Selasa, 16 April 2024

INDAHNYA KEBHINEKAAN DALAM SEBUAH KESATUAN



Sekolah kami adalah sekolah yang unik. Sebagai sekolah Islam tentunya kami memiliki Kesatuan yaitu Kesatuan Aqidah, Kesatuan Tujuan dan kesatuan Langkah. Namun ketika kami melaksanakan kegiatan Halal bi Halal kemarin tampak sekali ada kebhinnekaan dalam unit sekolah kami.

apakah fenomena itu?

yaitu fenomena sesuatu yang furuiyah yang membuat sekolah kami lebih unik. Saat Halal Bi halal kemarin, saya  menemukan sebuah fenomena bahwa unit kita terdiri dari berbagai perbedaan harakah, perbedaan tradisi atau urf, dan juga cara pandang. setelah shalat dhuha berjamaah dan doa setelah dhuha yang memang menjadi ciri khas sekolah islam terpadu, dimulailah sebuah keunikan yang muncul. Uniknya ada pada bagaimana shalawat Nariyah yang menjadi tradisi Saudara-saudara kita di Nahdlatul Ulama bisa muncul dengan apik dilaksanakan di Masjid kita. Kepanitiaan HBH adalah kepanitian Rangkaian Ramadan 1445 H. kegiatan terakhir kita adalah Halal Bi Halal ini. Mungkin karena kepanitiaan berada dalam nuanasa NU karena kepanitiaan yang banyak adalah dari ustadz dan ustadzah yang dibesarkan dalam kultur NU seperti Ustadz Ghofur, Ustadzah Suci, Ustadzah Fiki, Ustadzah Rosa, Ustadzah Azmi, Ustadzah Khifdiyatun dan ustadzah Wati maka kultur NU pun juga ikut mewarnai. 

sementara ustadz dan ustadzah yang dibesarkan dalam lingkungan Muhammadiyah seperti Ustadzah Alfi, Ustadz Fatikhin, Ustadz Surahman yang jarang menggunakan shalawat Nariyah juga tampak melantunkan Shalawat Nariyah dengan khusyuk.

kalau saya masuk mana ya? saya termasuk Nasionalis Religius, sebuah cara pandang yang sangat ketinggalan zaman karena perdebatan ini harusnya sudah selesai di akhir abad ke 19. sehingga jelaslah bahwa saya adalah Islam karena sejak kecil saya dibesarkan dalam tradisi NU, dibesarkan oleh sekolah-sekolah nasionalis dan terwarnai oleh tarbiyah islamiyah. Maka adalah seorang muslim dan saya bangga sebagai seorang muslim. Terkait tradisi bagi saya adalah sebuah hal yang bisa diterima. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Walimatussafar Ibunda Ustadzah Rifaatul Muyasaroh

Ibu Mubaedah binti KH Abdul Hamid Mustofa, Ibunda Ustadzah Rifaatul Muyasaroh melaksanakan Walimatussafar dengan mengundang Para...