Kamis, 09 April 2026

Walimatussafar Ibunda Ustadzah Rifaatul Muyasaroh

Ibu Mubaedah binti KH Abdul Hamid Mustofa, Ibunda Ustadzah Rifaatul Muyasaroh melaksanakan Walimatussafar dengan mengundang Para Warga pada Hari Kamis, 9 April 2026 di kediaman beliau.
Setelah Pembukaan, Ustadz Akhyar Arfani membacakan Q.S Ali Imron ayat 95-97 dengan sangat Apik: 

قُلْ صَدَقَ اللّٰهُۗ فَاتَّبِعُوْا مِلَّةَ اِبْرٰهِيْمَ حَنِيْفًاۗ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

qul ṣadaqallāh, fattabi‘ū millata ibrāhīma ḥanīfā, wa mā kāna minal-musyrikīn

Katakanlah, “Benarlah (apa yang difirmankan) Allah.” Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik. (Q.S Ali 'Imran [3] : 95)

اِنَّ اَوَّلَ بَيْتٍ وُّضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِيْ بِبَكَّةَ مُبٰرَكًا وَّهُدًى لِّلْعٰلَمِيْنَۚ

inna awwala baitiw wuḍi‘a lin-nāsi lallażī bibakkata mubārakaw wa hudal lil-‘ālamīn

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (Q.S Ali 'Imran [3] : 96)

فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًاۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًاۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

fīhi āyātum bayyinātum maqāmu ibrāhīm, wa man dakhalahū kāna āminā, wa lillāhi ‘alan-nāsi ḥijjul-baiti manistaṭā‘a ilaihi sabīlā, wa man kafara fa innallāha ganiyyun ‘anil-‘ālamīn

Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Q.S Ali 'Imran [3] : 97)

Setelah itu dilanjutkan dengan Pembacaan Kalimat Talbiyah.
Sungguh para jamaah haji adalah rombongan mulia Tamu ilahi sejak berangkat hingga kembali. Semoga dimudahkan perjalanan safar haji. Fiiamanillah semoga menjadi Haji yang mabrur.
Setelah  Kalimat  talbiyah dilanjutkan dengan Pembacaan Tahlil oleh KH Romdhon Al Hafidz.
Sambutan Keluarga diwakili oleh Ust. Kusyanto. 
Tausiyah Oleh K.H Wahyudin 
Ibadah Haji adalah ibadah yang paling menyenangkan. Bila seorang muslim tidak ingin berangkat haji maka berarti Muslim yang memiliki penyakit di hatinya. Maka ingin haji tidak harus menunggu mampu namun harus ada Keyakinan. Semua Ibadah diongkosi oleh Allah SWT. Semua akan dimampukan oleh Allah SWT. Hidup di dunia hanya sekali masa tidak bisa Haji. Maka berdoalah agar bisa Haji. Jangan berpikir Uang semata untuk bisa berhaji.
Ibadah Haji adalah Perintah Allah SWT. Haji disyariatkan sejak Nabi Adam. Nabi Adam dan Siti Hawa terbiasa melaksanakan Thawaf di Baitul Makmur di surga. Sehingga ketika diturunkan ke Dunia, Kangen untuk melakukan thawaf tersebut, akhirnya diciptakanlah baitullah di Bakkah (mekkah). Saat banjir besar Nabi Nuh, kakbah hancur dan dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Setelah terbangun kembali, Nabi Ibrahim memanggil semua manusia untuk hadir ke Kakbah.
Banyak Yang berkata bila saat Haji, maka apa yang biasa dibiasakan saat di rumah maka itulah yang akan didapatkan dalam pengalaman Haji pula. Berdoa saat akan meninggalkan rumah yang kita cintai. Jagalah mulut kita jangan sampai mengucapkan apapun yang menjelekkan makanan yang kita dapatkan. Ada 17 tempat mustajab di kakbah untuk kita jadikan tempat berdoa. Salat dua rakaat di Kakbah sama seperti 100.000 rakaat. Jangan segan sadaqah di Mekah. Ijazah bila dapat segera berhaji ini KH Wahyudin berikan sbb: ...
3 tahun saya baca kemudian alhamdulillah saya bisa berhaji: .....( masih rahasia)
Setelah tiba kembali ke rumah, maka jangan langsung masuk rumah, namun berdoalah kembali sebagaimana doa dari Nabi Ibrahim.
Doakan yang terbaik untuk orang lain karena doa akan kembali kepada kita yang berdoa. Sama dengan bila kita menjelekkan orang lain maka akan kembali kepada kita ataupun keluarga kita. Maka berdoalah kebaikan untuk orang lain. 
Doa Penutup oleh KH Bisri Mustofa.

Selasa, 07 April 2026

HBH dan POMG Pararel SMP IT TSAMROTUL FUAD PEMALANG 1447 H/2026

SMP IT TSAMROTUL FUAD PEMALANG Melaksanakan Halal bi Halal dan POMG Pararel pada hari Selasa, 7 April 2026.
Sebuah Inovasi baru yang dilakukan oleh tim kesiswaan yang menyesuaikan antara kultur sekolah dan kultur Islam Nasional.
POMG atau Persatuan Orangtua Murid dan Guru adalah Langkah sekolah dalam rangka mewujudkan keterpaduan Pembinaan Pendidikan antara di rumah dan di sekolah.
Biasanya pertemuan POMG dilaksanakan per kelas. Namun, saat ini dibuat semua kelas dalam satu waktu.
Halal bi Halal adalah kultur Islam Nasional sejak Indonesia merdeka. Sebuah tradisi baik yang memang harus senantiasa dilestarikan.
Sambutan Kepala Sekolah
Hananto Widhiaksono, Kepala SMP IT Tsamrotul Fuad dalam Sambutannya me-launching Salam POMG baru yakni Salam Terpadu. Dengan Gestur yang unik yang menunjukkan filosofi dari dibentuknya POMG.
Selain Halal bi Halal dan POMG juga diberikan Laporan Hasil Capaian Kompetensi Siswa dalam assesmen semester yang lalu.
Ustadzah Alfi Nai'ma menyampaikan agenda sekolah terdekat di.bulan April s.d. Mei 2026.




Jumat, 27 Maret 2026

Halal bi Halal Yayasan Tsamrotul Fuad 1447 H

Keluarga Besar Yayasan Tsamrotul Fuad Pemalang mengadakan Halal bi Halal 1447 H pada Hari Sabtu, 28 Maret 2026 atau 8 syawal 1447 H. Tema HBH adalah "Menghidupkan Nilai Ramadhan untuk memperoleh Dakwah Berbasis Pendidikan".
Ustadz Majdi sebagai Pembawa acara banyak bergantung untuk membuka agenda pagi ini. Setelah Lagu Indonesia Raya dan Mars JSIT dilanjutkan Tilawah dan Shalawat Nabi oleh Ust. Burhan.

Sambutan Ketua Yayasan ( Ust. Utoyo)
Bahagia adalah dengan Bersyukur.
Ust. Utoyo bertanya tentang kalimat Luqman tentang hal yang diingat dan dilupakan.
Berikut adalah rincian nasihat Luqman tentang hal-hal yang harus diingat berdasarkan Q.S. Luqman dan hikmahnya:
1. Mengingat Allah Maha Mengetahui & Mengawasi (Muraqabah): Bahwa segala perbuatan, sekecil apapun (seberat biji sawi), akan dibalas oleh Allah, baik yang tersembunyi maupun terang-terangan.
2. Mengingat Kebaikan Orang Lain: Luqman menasihatkan untuk selalu mengingat kebaikan orang lain kepada kita, agar muncul rasa syukur dan tahu berterima kasih.
3. Mengingat Kesalahan Diri Sendiri: Luqman menasihatkan untuk selalu mengingat kesalahan atau dosa yang pernah kita perbuat kepada orang lain, agar muncul penyesalan dan keinginan untuk meminta maaf.
4. Mengingat Kematian/Hari Pembalasan: Nasihat Luqman tersirat dalam pengajaran untuk tidak sombong (QS. Luqman: 18-19) dan bertakwa, karena segalanya akan dipertanggungjawabkan di akhirat. 

Sebaliknya, Luqman berpesan untuk MELUPAKAN dua hal:
1. Melupakan kebaikan diri sendiri kepada orang lain (agar tidak sombong/riya).
2. Melupakan kesalahan/kejahatan orang lain kepada diri kita (agar tidak dendam). 

Ust. Utoyo juga berpesan agar para Guru memiliki Qalbun Salim. Karena hanya itulah yang membawa kita bertemu dengan Allah SWT.

Mauidzoh Hasanah ( Ust. Amirudin, Lc)
Ingatlah Nikmat Allah..lihatlah Q.S. Ar Rahman pada sebuah Ayat yang diulang 31x.
Menghidupkan Nilai Ramadhan untuk memperoleh Dakwah Berbasis Pendidikan minimal adalah lima hal.
Pertama, Iman dan Ikhlas 
Puasa Ramadhan adalah untuk Allah SWT semata. Dakwah Pendidikan juga harus bergerak dengan dasar Iman. Guru mengajar harus diniatkan untuk mencari  Ridho Allah. Para siswa belajar juga untuk mendapat ridho Allah. Bukan karena Umurnya sudah usia sekolah..juga pengurus Yayasan dan orangtua harus lillahi taala.
Kedua, Disiplin dan Istiqomah
Ramadhan melatih kita disiplin waktu. Ramadhan juga mengajarkan istiqomah dalam Kebaikan. "Barangsiapa yang bermaksiat maka Allah tidak butuh puasanya" inilah maksud istiqomah dalam kebaikan.
Ketiga, Kesabaran 
Sabar menunggu makan yang Halal sebelum waktu berbuka. Yang Halal saja mampu kita tahan tentunya yang haram juga mampu kita jauhi. Dalam Pendidikan, Kesabaran juga adalah sebuah kunci.
Metode lebih penting dari materi yang diajarkan.
Guru lebih penting dari metode 
Namun jiwa guru lebih penting dari guru itu sendiri
Keempat, Empati dan Peduli
Tidak sempurna keimanan kita sampai kita mencintai saudara kita sebagaimana kita mencintai diri sendiri. Saat Ramadhan kita terbiasa memberikan makan saat berbuka. Saat Ramadhan kita juga terbiasa saling mendoakan saudara-saudara kita. Di Satu sekolah, di satu Yayasan, di satu negara bahkan keluar negara kita...ingatlah Palestina, Ingatlah Uighur, Ingatlah Rohingya...dll.
Kelima.Cinta terhadap Al Qur'an 
Kecintaan terhadap Al Qur'an selama ramadhan.

كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْٓا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَلْبَابِ

kitābun anzalnāhu ilaika mubārakul liyaddabbarū āyātihī wa liyatażakkara ulul-albāb

Ini adalah sebuah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah agar mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan agar mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran. (Q.S Sad : 29)






Senin, 23 Februari 2026

Allah Qur'an di Hati, Akhlak dalam Diri, Pemimpin untuk Negeri

Judul diatas adalah tema yang SMP IT Tsamrotul Fuad gunakan dalam khotmil kelima dan Wisuda Tahfidz ke 11 tahun 2026.
Sebuah Tema yang kata Habib Ridho, Muwajjih yang Kita hadirkan menyatakan bahwa Tema tersebut sangat menohok hati Beliau.
Habib Ridho dalam Tausiyahnya menyampaikan sebagai berikut:
Generasi Emas = Generasi yang mengamalkan Al Quran.
Peringatan Allah dalam Al Qur'an adalah apabila kita berpaling dari Allah dan Kitab-Nya dan tidak mau menjalankan syariat Islam maka akan dihadirkan kepadanya setan dalam kehidupannya. Setan sebagai sahabatnya. Bila setan sudah menjadi sahabat maka nafsu lawwamah yang hadir, lisan yang kotor, maksiat yang dilakukan. 
Sebaik-baik ibadah setelah ibadah Fardu adalah Membaca Al Quran. Dalam kitab Fawaidul Muhtar, Kalau tidak ada Rasulullah SAW yang membaca Al Qur'an maka kita tak akan dapat membaca Al Qur'an. Inilah berbahayanya Al Qur'an bila tidak dibaca. Masalah lainnya adalah Kita membaca Al Qur'an tidak seperti pada masa sahabat membaca Al Qur'an. Sahabat Umar bin Khattab orang yang tegas, sekali baca Al Qur'an nangis bahkan pingsan. Orang yang membaca Al Qur'an tetapi tetap gelisah, tidak merasa nyaman Maka membaca belum benar. 
Membaca Al Qur'an harus kita berikan waktu khusus. Wazhifah Al Qur'an tetap harus kita jaga. Misal 1 juz kita harus dijaga.
Barangsiapa yang Bersih hatinya maka tak akan pernah kenyang membaca Al Quran. 
Inilah yang nyata merosot saat ini. 
Maka jangan alasan pekerjaan, kita lepas dari Alquran.
Dalam kitab Nashaihul Ibad Karangan Imam Nawawy al Bantani, dikisahkan ada pertanyaan kepada Nabi Ibrahim a.s. Mengapa engkau menjadi kholilullah kesayangan Allah? Karena aku selalu memprioritaskan Kepentingan Allah diatas kepentingan Pribadi dan Golongan. Perintah Ketika menyembelih Ismail, perintah khitan di Usia 70 tahun, 
Imam al Faqih berkata..tidak akan ada Barokah bagi orang yang lebih memperhatikan pekerjaan dibanding memperhatikan Allah. Siapakah yang Memprioritaskan Allah maka Allah akan memprioritaskan kita dalam Pandangan Nya.
Maka berdoalah.. ya Allah jadikan Al Qur'an dalam hati Kami dan jadikan Engkau sebagai Prioritas kami.
Kehidupan dengan Al Quran yang baik maka lihatlah interaksi dengan orang yang akan kita jadikan teman, Pemimpin, istrimu. Bila Mereka dekat dengan Al Quran.
Maka pasti tidak akan salah.
Demikian beberapa inti sari Tausiyah beliau di Acara Khotmil Qur'an ke-5 dan Wisuda Tahfidz ke-11 SMP IT Tsamrotul Fuad Pemalang yang digelar di RM Serba Sambal Bojongbata Pemalang.
Ust. Hananto Widhiaksono,.S.Sos., S.Pd., Gr, Kepala SMP IT Tsamrotul Fuad dalam Sambutannya menyampaikan agar Interaksi kita dengan Al Qur'an senantiasa dijaga. Sehingga Maknawiyah Kita senantiasa terjaga, Akhlak kita menjadi mulia sebagaimana Kata Ibunda Aisyah a.s. ketika menceritakan Rasulullah..Akhlak beliau adalah Al Qur'an. Dan sebagai Bekal bagi Pemimpin Negeri, maka Al Qur'an adalah salah satu bekal terbaik. 

Allah Qur'an di Hati, Akhlak dalam Diri, Pemimpin untuk Negeri

Judul diatas adalah tema yang SMP IT Tsamrotul Fuad gunakan dalam khotmil kelima dan Wisuda Tahfidz ke 11 tahun 2026.
Sebuah Tema yang kata Habib Ridho, Muwajjih yang Kita hadirkan menyatakan bahwa Tema tersebut sangat menohok hati Beliau.
Habib Ridho dalam Tausiyahnya menyampaikan sebagai berikut:
Generasi Emas = Generasi yang mengamalkan Al Quran.
Peringatan Allah dalam Al Qur'an adalah apabila kita berpaling dari Allah dan Kitab-Nya dan tidak mau menjalankan syariat Islam maka akan dihadirkan kepadanya setan dalam kehidupannya. Setan sebagai sahabatnya. Bila setan sudah menjadi sahabat maka nafsu lawwamah yang hadir, lisan yang kotor, maksiat yang dilakukan. 
Sebaik-baik ibadah setelah ibadah Fardu adalah Membaca Al Quran. Dalam kitab Fawaidul Muhtar, Kalau tidak ada Rasulullah SAW yang membaca Al Qur'an maka kita tak akan dapat membaca Al Qur'an. Inilah berbahayanya Al Qur'an bila tidak dibaca. Masalah lainnya adalah Kita membaca Al Qur'an tidak seperti pada masa sahabat membaca Al Qur'an. Sahabat Umar bin Khattab orang yang tegas, sekali baca Al Qur'an nangis bahkan pingsan. Orang yang membaca Al Qur'an tetapi tetap gelisah, tidak merasa nyaman Maka membaca belum benar. 
Membaca Al Qur'an harus kita berikan waktu khusus. Wazhifah Al Qur'an tetap harus kita jaga. Misal 1 juz kita harus dijaga.
Barangsiapa yang Bersih hatinya maka tak akan pernah kenyang membaca Al Quran. 
Inilah yang nyata merosot saat ini. 
Maka jangan alasan pekerjaan, kita lepas dari Alquran.
Dalam kitab Nashaihul Ibad Karangan Imam Nawawy al Bantani, dikisahkan ada pertanyaan kepada Nabi Ibrahim a.s. Mengapa engkau menjadi kholilullah kesayangan Allah? Karena aku selalu memprioritaskan Kepentingan Allah diatas kepentingan Pribadi dan Golongan. Perintah Ketika menyembelih Ismail, perintah khitan di Usia 70 tahun, 
Imam al Faqih berkata..tidak akan ada Barokah bagi orang yang lebih memperhatikan pekerjaan dibanding memperhatikan Allah. Siapakah yang Memprioritaskan Allah maka Allah akan memprioritaskan kita dalam Pandangan Nya.
Maka berdoalah.. ya Allah jadikan Al Qur'an dalam hati Kami dan jadikan Engkau sebagai Prioritas kami.
Kehidupan dengan Al Quran yang baik maka lihatlah interaksi dengan orang yang akan kita jadikan teman, Pemimpin, istrimu. Bila Mereka dekat dengan Al Quran.
Maka pasti tidak akan salah.
Demikian beberapa inti sari Tausiyah beliau di Acara Khotmil Qur'an ke-5 dan Wisuda Tahfidz ke-11 SMP IT Tsamrotul Fuad Pemalang yang digelar di RM Serba Sambal Bojongbata Pemalang.
Ust. Hananto Widhiaksono,.S.Sos., S.Pd., Gr, Kepala SMP IT Tsamrotul Fuad dalam Sambutannya menyampaikan agar Interaksi kita dengan Al Qur'an senantiasa dijaga. Sehingga Maknawiyah Kita senantiasa terjaga, Akhlak kita menjadi mulia sebagaimana Kata Ibunda Aisyah a.s. ketika menceritakan Rasulullah..Akhlak beliau adalah Al Qur'an. Dan sebagai Bekal bagi Pemimpin Negeri Al Qur'an adalah salah bekal terbaik. 

Selasa, 11 November 2025

Debat Kandidat Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMP IT Tsamrotul Fuad Pemalang Masa Bakti 2025-2026


Tidak ada sebuah organisasi tanpa kepemimpinan dan tidak ada kepemimpinan tanpa ketaatan.
(Hasan Al Banna)

Begitu seseorang menjadi pemimpin maka akan hilanglah semua Ilmunya.
(Imam Syafii Rahimahullah)

Seorang pemimpin harus selalu bersiap.
Sebelum menjadi pemimpin dia akan diragukan kemampuannya.
Ketia menjadi pemimpin, dia akan senantiasa di kritik atas kepemimpinannya.
Nah yang terakhir yang agak menyakitkan kecuali bagi yang ikhlas yaitu ketika setelah selesai menjadi pemimpin maka apa yang telah dilakukan terkadang dilupakan.
(Hananto Widhiaksono)
Sambutan dalam Debat Kandidat Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMP IT Tsamrotul Fuad Masa Bakti 2025-2026.

Minggu, 10 Agustus 2025

MENATA ULANG ORGANISASI MENUJU LEMBAGA PENDIDIKAN KELAS DUNIA

Sebuah catatan Oleh ER Supeno
Dalam era persaingan yang ketat di dunia pendidikan, sekolah swasta harus terus berinovasi dan meningkatkan kinerja untuk tetap relevan dan diminati oleh siswa dan orang tua. Oleh karena itu, menata-ulang (Recode) organisasi sekolah menjadi sangat penting untuk meningkatkan kemampuan bersaing dan mencapai tujuan besar

Menata-ulang organisasi sekolah berarti menciptakan visi yang jelas dan inspiratif, membangun ekosistem yang kolaboratif, dan mengembangkan keterampilan manusia yang unggul. 

Dengan memahami dan menerapkan 49 kode bisnis yang dikodekan ulang, sekolah dapat meningkatkan kinerja, meningkatkan inovasi, dan mencapai kesuksesan yang lebih besar.

1. Menciptakan Masa Depan yang Lebih Baik 
Sekolah harus memiliki visi yang jelas dan inspiratif untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Dengan memiliki pola pikir masa depan, sekolah dapat memahami kebutuhan dan aspirasi siswa, orang tua, dan masyarakat. Dengan demikian, sekolah dapat menciptakan program-program yang relevan dan efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

2. Meningkatkan Pertumbuhan
Sekolah harus memahami tren dan menemukan sumber pertumbuhan baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan memanfaatkan teknologi dan kemanusiaan, sekolah dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam proses belajar-mengajar. Selain itu, sekolah dapat meningkatkan kualitas guru dan staf dengan menyediakan pelatihan dan pengembangan yang tepat.

3. Membentuk Kembali Pasar
Sekolah harus memahami perubahan perilaku konsumen dan menciptakan nilai tambah untuk meningkatkan daya saing. Dengan memahami kebutuhan dan aspirasi siswa dan orang tua, sekolah dapat menciptakan program-program yang relevan dan efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

4. Meningkatkan Inovasi
Sekolah harus memiliki pola pikir kreatif dan mencari ide-ide baru untuk meningkatkan inovasi. Dengan mengembangkan model bisnis yang inovatif, sekolah dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan meningkatkan daya saing.

5. Meningkatkan Kinerja Organisasi
Sekolah harus membangun ekosistem yang kolaboratif dan memanfaatkan proyek-proyek yang cepat untuk meningkatkan kinerja organisasi. Dengan mengembangkan keterampilan manusia yang unggul, sekolah dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan meningkatkan daya saing.

Peter Fisk seorang pakar bisnis menyediakan kerangka berpikir bagi organisasi dan pemimpin yang disebut "49 Codes Business" guna menghadapi perubahan dan meningkatkan kinerja. 49 Kode ini dikembangkan berdasarkan analisis mendalam terhadap para pemimpin bisnis efektif di seluruh dunia yang kemudian dibagi menjadi 7 aspek : 

1. Tata Ulang Masa Depan Sekolah (Recode Your Future) melalui tata-ulang visi yang jelas, tujuan yang inspiratif, dan keberanian untuk berubah. Jelajahi potensi masa depan selolah Anda, miliki pola pikir masa depan, dan bayangkan sekolah Anda yang jauh lebih baik

2. Tata Ulang Pertumbuhan Sekolah (Recode Your Growth) dengan memahami tren pendidikan, menemukan sumber pertumbuhan baru, dan memanfaatkan teknologi.Temukan sumber pertumbuhan baru sekolah, manfaatkan teknologi dan nilai kemanusiaan

3. Tata Ulang Pangsa Pasar Sekolah (Recode Your Market) dengan memahami perubahan perilaku orang tua siswa dan menciptakan nilai tambah yang bisa mereka rasakan. Jelajahi sumber-sumber calon ortu siswa baru, bangun kepercayaan dengan otentisitas sekolah

4. Tata Ulang Inovasi Sekolah (Recode Your Innovation) dengan memiliki pola pikir kreatif, mencari ide-ide baru, dan mengembangkan model pengembangan sekolah yang inovatif. Jadilah kreatif, cari ide-ide yang lebih baik, dan kembangkan model pengembangan baru

5. Tata Ulang Organisasi (Recode Your Organisation) Meningkatkan kinerja organisasi dengan membangun ekosistem yang kolaboratif, memanfaatkan proyek-proyek yang cepat, dan mengembangkan keterampilan manusia. Kerja sebagai organisasi yang hidup, kolaborasi dalam proyek-proyek cepat

6. Tata Ulang Transformasi (Recode Your Transformation) Mengubah sekolah dengan efektif dengan memiliki visi yang jelas, strategi yang tepat, dan kemampuan untuk beradaptasi. Manfaatkan nilai inti, mulai dari luar dan dalam

7. Tata Ulang Kepemimpinan (Recode Your Leadership) Meningkatkan kepemimpinan dengan memiliki keberanian, visi yang jelas, dan kemampuan untuk menginspirasi orang lain. Tingkatkan untuk memimpin masa depan, miliki keberanian untuk melakukan lebih, kembangkan gaya kepemimpinan Anda sendiri

Dengan memahami dan menerapkan 49 kode ini, organisasi dan pemimpin dapat meningkatkan kinerja, meningkatkan inovasi, dan mencapai kesuksesan yang lebih besar.

Adaptasi dari "49 Codes Business" - Peter Fisk

Bandung, 3 Agustus 2025

Walimatussafar Ibunda Ustadzah Rifaatul Muyasaroh

Ibu Mubaedah binti KH Abdul Hamid Mustofa, Ibunda Ustadzah Rifaatul Muyasaroh melaksanakan Walimatussafar dengan mengundang Para...