Ibu Mubaedah binti KH Abdul Hamid Mustofa, Ibunda Ustadzah Rifaatul Muyasaroh melaksanakan Walimatussafar dengan mengundang Para Warga pada Hari Kamis, 9 April 2026 di kediaman beliau.
Setelah Pembukaan, Ustadz Akhyar Arfani membacakan Q.S Ali Imron ayat 95-97 dengan sangat Apik:
قُلْ صَدَقَ اللّٰهُۗ فَاتَّبِعُوْا مِلَّةَ اِبْرٰهِيْمَ حَنِيْفًاۗ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
qul ṣadaqallāh, fattabi‘ū millata ibrāhīma ḥanīfā, wa mā kāna minal-musyrikīn
Katakanlah, “Benarlah (apa yang difirmankan) Allah.” Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik. (Q.S Ali 'Imran [3] : 95)
اِنَّ اَوَّلَ بَيْتٍ وُّضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِيْ بِبَكَّةَ مُبٰرَكًا وَّهُدًى لِّلْعٰلَمِيْنَۚ
inna awwala baitiw wuḍi‘a lin-nāsi lallażī bibakkata mubārakaw wa hudal lil-‘ālamīn
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (Q.S Ali 'Imran [3] : 96)
فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًاۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًاۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ
fīhi āyātum bayyinātum maqāmu ibrāhīm, wa man dakhalahū kāna āminā, wa lillāhi ‘alan-nāsi ḥijjul-baiti manistaṭā‘a ilaihi sabīlā, wa man kafara fa innallāha ganiyyun ‘anil-‘ālamīn
Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Q.S Ali 'Imran [3] : 97)
Setelah itu dilanjutkan dengan Pembacaan Kalimat Talbiyah.
Sungguh para jamaah haji adalah rombongan mulia Tamu ilahi sejak berangkat hingga kembali. Semoga dimudahkan perjalanan safar haji. Fiiamanillah semoga menjadi Haji yang mabrur.
Setelah Kalimat talbiyah dilanjutkan dengan Pembacaan Tahlil oleh KH Romdhon Al Hafidz.
Sambutan Keluarga diwakili oleh Ust. Kusyanto.
Tausiyah Oleh K.H Wahyudin
Ibadah Haji adalah ibadah yang paling menyenangkan. Bila seorang muslim tidak ingin berangkat haji maka berarti Muslim yang memiliki penyakit di hatinya. Maka ingin haji tidak harus menunggu mampu namun harus ada Keyakinan. Semua Ibadah diongkosi oleh Allah SWT. Semua akan dimampukan oleh Allah SWT. Hidup di dunia hanya sekali masa tidak bisa Haji. Maka berdoalah agar bisa Haji. Jangan berpikir Uang semata untuk bisa berhaji.
Ibadah Haji adalah Perintah Allah SWT. Haji disyariatkan sejak Nabi Adam. Nabi Adam dan Siti Hawa terbiasa melaksanakan Thawaf di Baitul Makmur di surga. Sehingga ketika diturunkan ke Dunia, Kangen untuk melakukan thawaf tersebut, akhirnya diciptakanlah baitullah di Bakkah (mekkah). Saat banjir besar Nabi Nuh, kakbah hancur dan dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Setelah terbangun kembali, Nabi Ibrahim memanggil semua manusia untuk hadir ke Kakbah.
Banyak Yang berkata bila saat Haji, maka apa yang biasa dibiasakan saat di rumah maka itulah yang akan didapatkan dalam pengalaman Haji pula. Berdoa saat akan meninggalkan rumah yang kita cintai. Jagalah mulut kita jangan sampai mengucapkan apapun yang menjelekkan makanan yang kita dapatkan. Ada 17 tempat mustajab di kakbah untuk kita jadikan tempat berdoa. Salat dua rakaat di Kakbah sama seperti 100.000 rakaat. Jangan segan sadaqah di Mekah. Ijazah bila dapat segera berhaji ini KH Wahyudin berikan sbb: ...
3 tahun saya baca kemudian alhamdulillah saya bisa berhaji: .....( masih rahasia)
Setelah tiba kembali ke rumah, maka jangan langsung masuk rumah, namun berdoalah kembali sebagaimana doa dari Nabi Ibrahim.
Doakan yang terbaik untuk orang lain karena doa akan kembali kepada kita yang berdoa. Sama dengan bila kita menjelekkan orang lain maka akan kembali kepada kita ataupun keluarga kita. Maka berdoalah kebaikan untuk orang lain.
Doa Penutup oleh KH Bisri Mustofa.



