Jumat, 27 Maret 2026

Halal bi Halal Yayasan Tsamrotul Fuad 1447 H

Keluarga Besar Yayasan Tsamrotul Fuad Pemalang mengadakan Halal bi Halal 1447 H pada Hari Sabtu, 28 Maret 2026 atau 8 syawal 1447 H. Tema HBH adalah "Menghidupkan Nilai Ramadhan untuk memperoleh Dakwah Berbasis Pendidikan".
Ustadz Majdi sebagai Pembawa acara banyak bergantung untuk membuka agenda pagi ini. Setelah Lagu Indonesia Raya dan Mars JSIT dilanjutkan Tilawah dan Shalawat Nabi oleh Ust. Burhan.

Sambutan Ketua Yayasan ( Ust. Utoyo)
Bahagia adalah dengan Bersyukur.
Ust. Utoyo bertanya tentang kalimat Luqman tentang hal yang diingat dan dilupakan.
Berikut adalah rincian nasihat Luqman tentang hal-hal yang harus diingat berdasarkan Q.S. Luqman dan hikmahnya:
1. Mengingat Allah Maha Mengetahui & Mengawasi (Muraqabah): Bahwa segala perbuatan, sekecil apapun (seberat biji sawi), akan dibalas oleh Allah, baik yang tersembunyi maupun terang-terangan.
2. Mengingat Kebaikan Orang Lain: Luqman menasihatkan untuk selalu mengingat kebaikan orang lain kepada kita, agar muncul rasa syukur dan tahu berterima kasih.
3. Mengingat Kesalahan Diri Sendiri: Luqman menasihatkan untuk selalu mengingat kesalahan atau dosa yang pernah kita perbuat kepada orang lain, agar muncul penyesalan dan keinginan untuk meminta maaf.
4. Mengingat Kematian/Hari Pembalasan: Nasihat Luqman tersirat dalam pengajaran untuk tidak sombong (QS. Luqman: 18-19) dan bertakwa, karena segalanya akan dipertanggungjawabkan di akhirat. 

Sebaliknya, Luqman berpesan untuk MELUPAKAN dua hal:
1. Melupakan kebaikan diri sendiri kepada orang lain (agar tidak sombong/riya).
2. Melupakan kesalahan/kejahatan orang lain kepada diri kita (agar tidak dendam). 

Ust. Utoyo juga berpesan agar para Guru memiliki Qalbun Salim. Karena hanya itulah yang membawa kita bertemu dengan Allah SWT.

Mauidzoh Hasanah ( Ust. Amirudin, Lc)
Ingatlah Nikmat Allah..lihatlah Q.S. Ar Rahman pada sebuah Ayat yang diulang 31x.
Menghidupkan Nilai Ramadhan untuk memperoleh Dakwah Berbasis Pendidikan minimal adalah lima hal.
Pertama, Iman dan Ikhlas 
Puasa Ramadhan adalah untuk Allah SWT semata. Dakwah Pendidikan juga harus bergerak dengan dasar Iman. Guru mengajar harus diniatkan untuk mencari  Ridho Allah. Para siswa belajar juga untuk mendapat ridho Allah. Bukan karena Umurnya sudah usia sekolah..juga pengurus Yayasan dan orangtua harus lillahi taala.
Kedua, Disiplin dan Istiqomah
Ramadhan melatih kita disiplin waktu. Ramadhan juga mengajarkan istiqomah dalam Kebaikan. "Barangsiapa yang bermaksiat maka Allah tidak butuh puasanya" inilah maksud istiqomah dalam kebaikan.
Ketiga, Kesabaran 
Sabar menunggu makan yang Halal sebelum waktu berbuka. Yang Halal saja mampu kita tahan tentunya yang haram juga mampu kita jauhi. Dalam Pendidikan, Kesabaran juga adalah sebuah kunci.
Metode lebih penting dari materi yang diajarkan.
Guru lebih penting dari metode 
Namun jiwa guru lebih penting dari guru itu sendiri
Keempat, Empati dan Peduli
Tidak sempurna keimanan kita sampai kita mencintai saudara kita sebagaimana kita mencintai diri sendiri. Saat Ramadhan kita terbiasa memberikan makan saat berbuka. Saat Ramadhan kita juga terbiasa saling mendoakan saudara-saudara kita. Di Satu sekolah, di satu Yayasan, di satu negara bahkan keluar negara kita...ingatlah Palestina, Ingatlah Uighur, Ingatlah Rohingya...dll.
Kelima.Cinta terhadap Al Qur'an 
Kecintaan terhadap Al Qur'an selama ramadhan.

كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْٓا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَلْبَابِ

kitābun anzalnāhu ilaika mubārakul liyaddabbarū āyātihī wa liyatażakkara ulul-albāb

Ini adalah sebuah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah agar mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan agar mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran. (Q.S Sad : 29)






Walimatussafar Ibunda Ustadzah Rifaatul Muyasaroh

Ibu Mubaedah binti KH Abdul Hamid Mustofa, Ibunda Ustadzah Rifaatul Muyasaroh melaksanakan Walimatussafar dengan mengundang Para...